Kaki itu terus melangkah.
Tanpa arah.
Memang senang berkelana.
Dipersimpangan, tiba-tiba saja langkahnya terhenti.
Mendapati nan elok, ia terdiam.
Namun kali ini lebih lama dari biasanya.
Dinikmatinya semua keindahan itu
Janggal...
"Kenapa rasanya ingin menetap?"
Padahal kau mahir menyepi.
Bukan menepi.
Komentar
Posting Komentar