NIRHASIL.
Pada percobaan kesekian kalinya
aku tidak lagi membawa harapan
hanya hati yang belum sempat menerima kenyataan.
Malam tak lagi menjawab
hanya gema nirhasil
menggugurkan banyak doa, satu per satu
atau mungkin doaku kini lebih padat dan modern.
Aku telah mengulangmu
sampai waktu kehilangan cara
untuk membedakan luka dan rindu
kembali mengetuk pintu yang sama
meski yang ada dibaliknya hanyalah sepi
yang hafal nama kita.
Barangkali manusia memang demikian
di penghujung harapnya kita tetap memastikan
bahwa seluruh kemungkinan memang telah gugur.
Dan akhirnya yang tersisa hanyalah kebiasaan untuk berharap
pada sesuatu yang tak pernah benar-benar tinggal
atau yang lebih pendek dan tajam.

Komentar
Posting Komentar