Dalam Gamang.

                                   

Hidup kali ini membawaku ke sebuah ruang.

Dimana tak pernah terbesit bahwa aku akan ada di dalamnya.

Ku coba mengenali, menghirup udaranya dalam.

Semakin kuhirup, ternyata hanya semakin menyesakkan dada.


Terasa tak nyaman, namun kali ini tak ku temukan pintu keluar.

Ku lewati malam demi malam, yang ku kira akan membawa gelap.

Namun ternyata kali ini justru membawa pertanyaan.

Diam di tepi kepala.


Segala yang ku kira utuh, lambat laun luruh.

Seperti hujan yang lupa caranya jatuh.

Dan aku? tetap hidup, meski dengan pikiran yang keruh.


Dalam gamang, manusia ternyata dipaksa belajar untuk tinggal di antara ketidakmengertian.

Dari hati yang tak pecah oleh kehilangan, raga yang tak rapuh meski tak ada harapan.

Namun ternyata hancur karena terlalu lama berpura-pura yakin.


Maka malam ini, ku biarkan ragaku ragu.

Tanpa perlu harus segera sembuh.





Komentar

Postingan Populer