JEMARI [BAGIAN 1]


Di hadapmu tiba-tiba aku merasa..

Seperti kayu yang dibakar penantian.

Seperti abu yang dihempas pengharapan.


Tempat asing mana yang akan kau tempuh?

Sementara di sini, aku sibuk dengan berbagai prasangka.

Apa langkahmu yang tak berarah, kelak antarkan tanganmu ke genggamanku?

Atau sampai ke genggaman orang yang tak pernah kau duga.


Misalnya, seperti caramu menemukan tempat favoritmu.

Kau hanya berjalan ke selatan.

Tempat paling tinggi dalam hidupmu.

Yang membuatmu merasa seperti burung.

Siap dengan petualangan baru.


Tapi saat itu ceritamu belum selesai, Lana.

Hujan lebih dulu mengusir kita.

Untuk pulang ke rasa penasaran yang kian menjadi.


Salam,

Jemari.

Komentar

Postingan Populer