Senja
Menatap senja sore ini dibalik jendela kamar..
Senja kini seakan mengajak ku untuk menelusuri kisah itu kembali. Kenangan kenangan dimana dulu aku dan kamu masih disini, saat pundakmu masih menjadi sandaran kepala ku, saat tangan ku masih menggengam tangan mu, dan saat perasaan ini belum bertepuk sebelah tangan.
Senja juga kembali membujuk ku untuk menggaruk luka lama yang mengering. Sakit...
Kenangan itu kembali berkeliaran dipikiran ku.
Tak terasa bulir-bulir hujan mulai membasahi jendela kamar. Tatapanku masih terpaku ke arah jendela kamar, dimana ku bisa seperti menatap dirimu. Keindahan nya begitu terasa namun sangat sulit dijangkau oleh sentuhan. Sadar jika senja memang indah, namun hanya sesaat. Layaknya dirimu, indah memang.. namun tak pernah kekal.
Rasanya ingin menemani senja agar tak kesepian. Melihat senja berdiri tepat dalam kesepian, selalu menjadikan alasan untuk mengenang semua kenangan masa lalu.
Mencoba menengok kedalam hati..
Kasihan memang, melihat hatiku tengah berjuang. Ia tengah melangkah mantap untuk meninggalkan serpihan masa lalunya. Mengeringkan luka yang kembali basah setelah ia korek.
Ya.. Senja dan hujan mampu membuat ku jatuh cinta kembali. Kepada sosok dirimu yang kini semu.
Semu? ya layaknya harapan dan angan. Ada saatnya mereka diterbangkan ke orang yang dituju, namun jika waktu tak tepat justru mereka akan terbang sendiri, dan entah kemana.
Senja dan hujan ini benar. Mereka kembali mengingatkan ku bahwa dimana setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, Cepat atau lambat. Namun aku belum yakin menganggap ini perpisahan, karena setahu ku perpisahan yang sebenarnya adalah saat seseorang tidak pernah saling ingat lagi.
Kamu masih ingat aku kan ? Yang kamu anggap parasit dihidupmu. Kita layak disebut simbiosis parasitisme nampaknya *sigh
Aaah kenangan itu. Terlampau istimewa untuk dilupakan. Hanya untuk diriku dan tidak berlaku untuk dirimu :')
Note :
Gue nulis beginian bener bener sambil liat senja dari jendela kamar. Gataunya jari jari ini udah ngebuat katakata indah aja :')
Senja kini seakan mengajak ku untuk menelusuri kisah itu kembali. Kenangan kenangan dimana dulu aku dan kamu masih disini, saat pundakmu masih menjadi sandaran kepala ku, saat tangan ku masih menggengam tangan mu, dan saat perasaan ini belum bertepuk sebelah tangan.
Senja juga kembali membujuk ku untuk menggaruk luka lama yang mengering. Sakit...
Kenangan itu kembali berkeliaran dipikiran ku.
Tak terasa bulir-bulir hujan mulai membasahi jendela kamar. Tatapanku masih terpaku ke arah jendela kamar, dimana ku bisa seperti menatap dirimu. Keindahan nya begitu terasa namun sangat sulit dijangkau oleh sentuhan. Sadar jika senja memang indah, namun hanya sesaat. Layaknya dirimu, indah memang.. namun tak pernah kekal.
Rasanya ingin menemani senja agar tak kesepian. Melihat senja berdiri tepat dalam kesepian, selalu menjadikan alasan untuk mengenang semua kenangan masa lalu.
Mencoba menengok kedalam hati..
Kasihan memang, melihat hatiku tengah berjuang. Ia tengah melangkah mantap untuk meninggalkan serpihan masa lalunya. Mengeringkan luka yang kembali basah setelah ia korek.
Ya.. Senja dan hujan mampu membuat ku jatuh cinta kembali. Kepada sosok dirimu yang kini semu.
Semu? ya layaknya harapan dan angan. Ada saatnya mereka diterbangkan ke orang yang dituju, namun jika waktu tak tepat justru mereka akan terbang sendiri, dan entah kemana.
Senja dan hujan ini benar. Mereka kembali mengingatkan ku bahwa dimana setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, Cepat atau lambat. Namun aku belum yakin menganggap ini perpisahan, karena setahu ku perpisahan yang sebenarnya adalah saat seseorang tidak pernah saling ingat lagi.
Kamu masih ingat aku kan ? Yang kamu anggap parasit dihidupmu. Kita layak disebut simbiosis parasitisme nampaknya *sigh
![]() |
| Mata ini, yang dulu selalu membuatku teduh jika menatapnya |
Aaah kenangan itu. Terlampau istimewa untuk dilupakan. Hanya untuk diriku dan tidak berlaku untuk dirimu :')
Note :
Gue nulis beginian bener bener sambil liat senja dari jendela kamar. Gataunya jari jari ini udah ngebuat katakata indah aja :')

Senja ini kan temaniku tuk berdiskusi
BalasHapusSenja ini kan temani hati bernyanyi
walauku tahu luka hati telah menganga
tapiku di sini tertawa di temani senja
angin senja, senja jingga, bersihkan semua
jiwa membawa, membawa pergi semua luka
luka tertutup senja, senja membakar jiwa
takan lagi ku lari takan lagi sesatkan hati
@afterisya - senja
syahdu!
Hapus