Gerimis pada langit dan hati

Kini aku tengah mengistirahatkan badanku dan kembali menatap jendela kamar..
Ku lihat bintang, bulan, dan langit yang nyaris sehitam beledu.
Ipod ku nyalakan, suara ku lantangkan. 
Karena Cinta dari Joy Tobing mengalun dengan halus nya di indra pendengaran ku. Dan ku hirup lagi aroma serupa dengan kesedihan. aargh itu lagi..

Mungkin saat ini kau sedang menikmati sisa malam didalam kamar, ditemani suara rintikan hujan yang berjatuhan di atap rumah mu malam ini.

Tunaikanlah bisikan angin pada awan , gerimis menderaslah...
Alirkan senyawa air pada daun dan pohon. Bukankah rintikmu tlah terbiasa, menjadi harmoni hati yang sepi?


Tentang gerimis yang membawa pesan perpisahan.
Hujan langit dan hujan air mata,
luruh satu demi satu.

Apakah aku masih pantas menyimpan kenangan itu ? Yang bila di ingat hanya membuat hati ini perih

Gerimis yang lembut, kabut yang melayang. Hati yang berawan, dan mata yang menjadi telaga.
Aku rindu dan kehilangan yang sangat saat ini!

Tapi aku tahu, 
pertemuan dengan sosokmu akan membawa pengertian-pengertian pada kehidupan selepas hujan reda.. Semoga :)



Pernah suatu waktu kita berjalan bersama untuk suatu tujuan, dan tak menyadari seberapa besar mimpi kita. Layaknya karang yang disapu ombak, kita tetap bertahan.
Dan pernah suatu waktu pula kita berpisah untuk satu tujuan yang lain. Namun saat salah satu dari kita terjatuh, kita mencoba saling menopang untuk bangkit bersama.

Hingga kita berhenti melangkah untuk melihat langit yang mahaluas indahnya. Seperti kebersamaan, dan kebebasan tanpa batas yang kita nikmati bersama saat itu.
Ketika gemuruh dan halilintar datang, kita hanya bisa terdiam dibawah tatapan langit hitam. Saling terpaku dan ketakutan merenungi perjalanan kita bersama selama ini.

Kalau kita berencana, panjang pendek jalannya,dengan mata dan logika manusia, entah sampai mana..
Belum habis hari ini kita lahap dan belum pasti esok pagi kita jelang
Tapi hati ini merasa cukup sampai disini.
Aku tak memikirkan besok, lusa, sebulan, setahun dan seterusnya.

Aku lelah melahap janji janji mu. Lelah karna tak ada rasa yang aku rasa
Semua kata kata indah yang kau rangkai apik dari bibirmu hanya keindahan palsu
Sesaat... tak terbukti




Hey kamu masa lalu ku, terimakasih untuk waktu yang pernah kau berikan.
Aku beruntung pernah memiliki itu :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer