KELANA [BAGIAN 2]
Helaan nafas ini kembali berat.
Kukira diriku memang senang berjalan.
Seolah membelah bumi, nyatanya yang terlihat sebatas didepan pandangan.
Mengapa sulit menjalani hidup yang bisa mereka isi dengan tawa?
Dunia ini tempat menyenangkan untuk bermain katanya.
Belahan mana jika boleh ku tahu?
Ingin rasanya menghilang ditengah dekapan malam.
Terbawa angin dan kesunyian hingga ku sampai disana.
Dimana mungkin kesedihanku berteman dengan kesedihan lainnya.
Setidaknya ku jauh dari rasa sendiri.
Waktu manusia tak banyak.
Maka dari itu menyalahkan keadaanpun rasanya tak berhak.
Tapi apakah mendamba ketenangan hanya akan jadi mimpi?
Kuharap tidak denganmu, Jemari.
Dan aku tetap berkelana, mencari tempat dimana ku bisa merasa hangat.
Tempat dimana aku bisa bertanya kepada semesta.
Bagaimana bisa dunia baik-baik saja?
Salam,
Kelana.
Komentar
Posting Komentar