Perihal Kopi
Perihal kopi malam ini.
Aku kira keduanya sama, sama - sama mampu menghadirkanmu dalam jantung ingatan. Sebagaimana sederhananya ku merayakan malam, hanya dengan secangkir kopi dan menegukkan rindu atasmu. Cukup sudah.
Masih ingatkah kamu akan secangkir kopi yang kita teguk bersama? Dimana didalamnya larut semanis janji yang menyatu dengan ingatan.
Pada awalnya kita hanya bercanda tanpa makna, tanpa rasa. Hingga akhirnya cinta tumbuh tanpa terduga dan tanpa perantara. Akupun heran, bagaimana bisa aku jatuh hanya lewat kerling mata yang sayangnya itu bukan untukku saja.
Duhai tuan bermata cokelat. Aku mengaduk secangkir kopi malam ini diderasnya hujan Juni, tanpa gula. Karena manis hanya ada disenyummu.
Begitulah sajakku merayu.
![]() |
| ig: |
Aku kira keduanya sama, sama - sama mampu menghadirkanmu dalam jantung ingatan. Sebagaimana sederhananya ku merayakan malam, hanya dengan secangkir kopi dan menegukkan rindu atasmu. Cukup sudah.
Masih ingatkah kamu akan secangkir kopi yang kita teguk bersama? Dimana didalamnya larut semanis janji yang menyatu dengan ingatan.
Pada awalnya kita hanya bercanda tanpa makna, tanpa rasa. Hingga akhirnya cinta tumbuh tanpa terduga dan tanpa perantara. Akupun heran, bagaimana bisa aku jatuh hanya lewat kerling mata yang sayangnya itu bukan untukku saja.
Duhai tuan bermata cokelat. Aku mengaduk secangkir kopi malam ini diderasnya hujan Juni, tanpa gula. Karena manis hanya ada disenyummu.
Begitulah sajakku merayu.

Nice post. Btw, visit blog aku juga yak heheu http://thehanifazhar.blogspot.com
BalasHapusthank you.
Hapus